Tanyakan 7 Hal Ini Sebelum Menggunakan Jasa Arsitek

Menggunakan jasa arsitek bukanlah perkara yang mudah. Arsitek yang kita pilih sangat berpengaruh pada proses pembangunan rumah. Mereka haruslah menjadi perencana proyek, pemecah masalah, serta pendengar yang baik. Selain itu, arsitek juga harus mampu menyesuaikan pengeluaran pembangunan sesuai budget kliennya. Untuk itu, siapkan 7 pertanyaan berikut pada calon arsitek yang kita temui. Lihatlah juga seperti bagaimana jawaban mereka.

 

  • Apakah rintangan terbesar dan yang dihadapai arsitek? Hal apa yang paling menarik pada pekerjaan ini?

 

Arsitek mungkin sama memiliki portofolio dan referensi yang baik. Namun, kedua hal ini tidak menentukan bagaimana mereka menangani proyek kita. Selama wawacara awal, kita dapat menanyakan visi mereka pada proyek kita. Berikut beberapa pertanyaan yang bisa kita ajukan:

  • Hal apa yang dapat dikerjakan sekarang? Hal apa yang dapat dikerjakan sebagai tambahan?
  • Bila melakukan renovasi, tanyakanlah apakah hasil renovasi dapat menyatu dengan bagian rumah lain?
  • Hal apa yang menjadi tantangan dalam proyek ini?

Jawaban mereka memang penting untuk dipertimbangkan. Namun, wawancara juga membuat kita dapat menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Temuilah beberapa arsitek yang berpotensi memiliki kreativitas untuk merencanakan proyek kita.

  1. Apakah Anda memiliki keahlian khusus?

Kebanyakan arsitek mengklaim dirinya mudah beradaptasi dengan keinginan kliennya. Namun, pada kenyataannya beberapa arsitek tidak mudah beradaptasi. Mereka memiliki keahliannya di bidang-bidang tertentu. Misalnya seperti bangunan modern, bangunan tradisional ,serta bangunan historis. Mengetahui keahlian arsitek pada pertemuan awal akan menjadi keuntungan tersendiri. Kita dapat menentukan apakah keahlian mereka sesuai dengan proyek kita.

  1. Siapa yang akan mendesain proyek saya?

Arsitek yang kita temui mungkin saja bekerja dalam sebuah institusi. Jadi, mereka belum tentu menjadi orang yang mengerjakan proyek kita. Oleh karena itu, kita perlu mengonfirmasikannya ke pihak penyedia jasa. Bila perlu, temui juga kepala arsitek di kantor tersebut. Komunikasi yang baik sangat penting untuk hasil proyek yang memuaskan. Tanyakanlah berbagai hal ke arsitek yang kita temui. Mulai dari informasi kontak hingga jadwal senggang arsitek. Hal ini akan mempermudah kita mengatur pertemuan dengan mereka.

  1. Layanan tambahan apa yang Anda sediakan?

Arsitek dapat memiliki keahlian tambahan selain membuat desain dan blueprint. Berikut ini beberapa hal yang dikuasai arsitek:

  • Mengatur proyek pembangunan
  • Membantu kita mencari kontraktor
  • Mengawasi pekerjaan kontraktor selama proses pembangunan
  • Menyesuaikan desain selama projek dilaksanakan
  • Meninjau ulang nota pembayaran untuk memastikan tidak ada peneluaran diluar keperluan proyek
  • Memperoleh Surat Pernytaan Pelepasan atas Hak Tanah (SPPHT) dari kontraktor sehingga tidak ada orang yang dapat mengklaim bangunan kita di kemudian hari

Berdasarkan poin di atas, tanyakan pada arsitek layanan apa saja yang mereka sediakan dan berapa biayanya. Beberapa layanan seperti survey tanah dan revisi harus ada di kontrak perjanjian. Sementara layanan lainnya dapat diajukan secara terpisah.

  1. Bagaimana cara arsitek menghitung biayanya?

Arsitek biasanya mengenakan biaya 5% hingga 20% dari total keseluruhan proyek. Biaya tersebut tergantung pada jenis layanan yang mereka sediakan. Selain itu, tingkat kesulitan proyek serta popularitas arsitek juga menentukan biaya jasanya. Kita dapat menanyakan secara langsung pada arsitek mengenai biaya ini. Selain jumlah biaya, tanyakan juga kapan dan bagaimana kita harus melakukan pembayaran ini. Biaya arsitek pada umumnya dibayar per bulan, terhitung dari waktu mereka kerja. Karena bekerja di awal, seringkali jasa arsitek harus dibayar sebelum kita mendapatkan kontraktor. Tagihan biaya jasa arsitek juga telah dihitung dengan layanan-layanan tambahan dari mereka.

  1. Apakah Anda menyediakan gambaran tiga dimensi (3-D)?

Melihat gambar dua dimensi bukanlah hal yang mudah untuk orang awam. Kita memang dapat mengetahui letak dinding, pintu, dan jendela. Namun, kita tidak mengetahui seperti apa desain tersebut bila direalisasikan.

Ketika bertemu arsitek, tanyakanlah bagaimana mereka mempresentasikan desain buatan mereka. Kebanyakan arsitek biasanya dapat menggunakan software untuk membuat desain 3-D. Desain 3-D di software dapat diputar dan dilihat dari berbagai sudut. Bila mereka tidak membuat desain dalam bentuk 3-D, sebaiknya kita mencari kandidat lain.

  1. Apakah Anda akan merekomendasikan dua hingga tiga kontraktor?

Arsitek yang baik dapat merekomendasikan general kontraktor di sekitar area kita. Mereka juga membantu kita mengevaluasi kontraktor berdasarkan portofolio dan tawarannya. Bahkan, arsitek juga dapat merekomendasikan kontraktor yang pernah bekerja sama dengannya. Bantuan dari arsitek ini tentu akan memudahkan pekerjaan kita. Namun, kita sebaiknya tidak langsung memutuskan untuk menyewa kontraktor yang berpotensi. Cobalah untuk meminta beberapa rekomendasi dan membandingkannya satu sama lain. Dengan begitu, kita dapat menemukan kontraktor yang paling sesuai dengan kita.


Leave a Reply